PUASA HARI-HARI TASYRIQ. Bolehkah?

 

PUASA HARI-HARI TASYRIQ

Oleh Abu Hasan Saif

Ada pertanyaan :
Bolehkah puasa di hari tasyriq (tgl 11, 12, 13) Dzulhijjah, dan bagaimana yang mau puasa ayyamul bidh ? 

Jawab :
Haram berpuasa di hari raya (idul fithri & idul adhha), & telah dinukil ijma' atas larangannya oleh Ath Thabari, Ibnul Mundzir, Ath Thahawi, Ibnu Hazm, Ibnu Abdil Barr, Ibnu Rusyd, Ibnu Qudamah, An Nawawi, dll, 

di antara dalil yg sharih ttg hal itu sabda Rasulullah

 ﷺ : نَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ الْفِطْرِ وَالنَّحْرِ 

 "Rasulullah ﷺ melarang berpuasa di hari raya idul fithri maupun idul adhha" (Shahih Bukhari 1992, Shahih Muslim 827)

Adapun puasa di hari tasyriq, ulama berbeda pendapat :

Pendapat pertama:

Haram muthlaq berpuasa di hari-hari tasyriq, ini adl pendapat Ali bin Abi Thalib, Abu Hanifah, juga pendapat yg lebih kuat dalam madzhab Syafi'i antara dua pendapat dlm madzhabnya, pendapat yg lebih shahih yg diriwayatkan dari Ahmad, juga pendapat Ibnu Mundzir, dll, dalilnya sabda Rasulullah ﷺ : أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ “Hari-hari tasyriq adalah hari makan dan minum.” (HR. Muslim no. 1141) Pemahaman dari hadits tsb bisa difahami dari riwayat berikut :

 عَنْ أَبِي مُرَّةَ مَوْلَى أُمِّ هَانِئٍ أَنَّهُ دَخَلَ مَعَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو عَلَى أَبِيهِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ فَقَرَّبَ إِلَيْهِمَا طَعَامًا ، فَقَالَ : كُلْ . فَقَالَ : إِنِّي صَائِمٌ . فَقَالَ عَمْرٌو : كُلْ فَهَذِهِ الأَيَّامُ الَّتِي كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُنَا بِإِفْطَارِهَا ، وَيَنْهَانَا عَنْ صِيَامِهَا . قَالَ الإمام مَالِكٌ : وَهِيَ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ . 

 Dari Murroh maula Ummi Hani' , ia bersama dg Abdullah bin 'Amr berkunjung ke bapaknya Abdullah yakni Amr bin Al Ash, lalu Amr menghidangkan makanan kpd mereka berdua, lalu ia berkata : "makanlah !", Abdullah berkata : "aku sedang berpuasa", Amr berkata : "makanlah, karena hari-hari ini adalah hari-hari di mana Rasulullah ﷺ memerintahkan untuk ifthor (tidak berpuasa), & beliau melarang berpuasa di hari-hari tsb". Al Imam Malik menjelaskan bahwa yg dimaksud adl hari-hari tasyriq. (Sunan Abi Dawud 2418)

Pendapat kedua: 

Berpuasa di hari-hari tasyriq haram, namun dikecualikan bagi yg berhaji tamattu' yg dia tidak mendapatkan hadyu (utk disembelih), ini adl pendapat Malik, Al Auza'i, Ishaq, Asy Syafi'i pada satu pendapat yg lain, Ahmad dlm satu di antara pendapatnya. Hal ini berdasar perkataan Aisyah dan Ibnu Umar -radhiyallahu 'anhuma- :
 لم يرخص في أيام التشريق أن يصمن إلا لمن لم يجد الهدي 
"Tidak diperbolehkan puasa di hari-hari tasyriq kecuali bagi yg sedang berhaji yg tidak mendapatkan hadyu." (Shahih Al Bukhari 1998) 3️⃣ 

Pendapat ketiga:

boleh berpuasa di hari-hari tasyriq, ini adl pendapat dari Az Zubair bin Al Awwam, Ibnu Umar, Ibnu Sirrin ✍️ Adapun pendapat yang cenderung lebih kuat adalah pendapat ke-dua, yakni haramnya puasa ayyamut-tasyriq, kecuali bagi yg sedang haji dg tamattu' yg mereka tidak mendapatkan hadyu utk disembelih, inj adalah pendapat yg dinyatakan lebih rajih oleh Al Imam An Nawawi dalam Al Majmu' (VI/444-445), Syaikh Ibnu Utsaimin dlm Majmu' Fatawa beliau (XX/s. 419) bahkan menambahkan juga bolehnya puasa di hari tasyriq bagi yg berhaji qiron yg tidak mendapatkan hadyu utk disembelih. 

Adapun yg mau puasa Ayyamul bidh yg biasa dilakukan di hari ke 13, 14, 15, (pertengahan bulan qamariyyah), khusus pada bulan Dzulhijjah, krn hari ke-13 masih hari tasyriq, mk jangan berpuasa di hari ke-13, cukup kalau berkehendak puasa sunnah ayyamul-bidh di hari ke-14 & 15, kalau mau menjadikan 3 hari boleh saja ditambahkan hari ke 16 atau hari lain. 

Demikian yg dijelaskan oleh para ulama.

Wallahu a'lam.

Tidak ada komentar untuk "PUASA HARI-HARI TASYRIQ. Bolehkah?"

Berlangganan via Email