Apakah seseorang akan menanggung dosa orang lain?

 









Pertanyaan: "Apakah seseorang akan menanggung dosa orang lain? lalu apakah hadits mengenai dosa yang dilimpahkan bagi orang yang zalim bertentangan dengan surat Az-Zumar ayat 7?

Jawaban:

Sebetulnya tidak bertentangan, ungkapan :

و لا تزر وازرة وزر أخرى

Dalam Al An'am : 164, Al Isro: 15, Fathir : 18, Az Zumar: 7

Dan

ألا تزر وازرة وزر أخرى

Dalam An Najm: 38

Yg maknanya adl seseorang tidak memikul dosa orang lain, ini menjelaskan tentang setiap orang bertanggungjawab sendiri-sendiri, seperti yg disebutkan Allah ﷻ dlm Al Muddatstsir: 38:

كُلُّ نَفْسٍۭ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ

"Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya"

Telah dijelaskan para ulama, bahwa ayat-ayat itu memang menjelaskan pada asalnya seseorang bertanggung jawab sendiri-sendiri atas perbuatannya. Namun, jika dosanya tersebut berkaitan  memadhorotkan orang lain berarti dia mendapatkan hukuman akibat perbuatannya tersebut berlipat karena menjadikan orang lain menjadi terdholimi atau tersesatkan, dengan cara dia menanggung dosanya sendiri dan dosanya tsb dilipatkan (ditambah) sebesar hasil perbuatannya dalam mendholimi orang lain atau sebesar hasil dia menyesatkan orang lainnya. Maka dalam hal ini Allah ﷻ berfirman dalam An Nahl : 25


لِيَحْمِلُوٓا۟ أَوْزَارَهُمْ كَامِلَةًۭ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۙ وَمِنْ أَوْزَارِ ٱلَّذِينَ يُضِلُّونَهُم بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ أَلَا سَآءَ مَا يَزِرُونَ

"(ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat, dan sebahagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, amat buruklah dosa yang mereka pikul itu.

Juga dalam Al Ankabut: 13

وَلَيَحْمِلُنَّ أَثْقَالَهُمْ وَأَثْقَالًۭا مَّعَ أَثْقَالِهِمْ ۖ وَلَيُسْـَٔلُنَّ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ عَمَّا كَانُوا۟ يَفْتَرُونَ

Dan sesungguhnya mereka akan memikul beban (dosa) mereka, dan beban-beban (dosa yang lain) di samping beban-beban mereka sendiri, dan sesungguhnya mereka akan ditanya pada hari kiamat tentang apa yang selalu mereka ada-adakan.

Kesimpulan :

Tidak ada pertentangan karena dosa itu ada dua macam :
  1. Dosa yg memadhorotkan diri sendiri, ini dosanya dipikul diri sendiri, tak bisa dipikul oleh orang lain
  2. Dosa yg bersangkutan dengan orang lain berupa kedholiman atau menjadi sebab dosa orang lain, maka dia akan mendapat tambahan dosa yakni memikul dosa sebesar nilai (hasil) kedholimannya kpd orang lain tsb.
Nb.
Adapun mengapa dosa orang lain (muslim) bisa terkurangi atau bahkan terhapus dosanya akibat kedholiman orang lain, mk ini sdh jelas bahwa salah satu sebab diampuninya dosa/kaffarah dosa adl adanya mushibah yg menimpa, diantara bentuk mushibah adl kedholiman orang lain. Rasulullah ﷺ bersabda :

مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ شَوْكَةٍ فَمَا فَوْقَهَا إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً أَوْ حَطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةً

“Tidak ada satupun musibah (cobaan) yg menimpa seorang muslim berupa duri atau yg semisalnya, melainkan dengannya Allah akan mengangkat derajatnya atau menghapus kesalahannya.” [HR. Muslim]

Wallahu a'lam.

dijawab oleh ust Abu Hasan Saif

Tidak ada komentar untuk "Apakah seseorang akan menanggung dosa orang lain?"

Berlangganan via Email